Diagnosis Kanker Endometrium

images (2)Diagnosis utama kanker endometrium didasarkan pada gejala klinis, tanda-tanda, hasil pemeriksaan sitologi, pemeriksaan pencitraan dan pemeriksaan histopalogi. Endometriosis merupakan penyakit kronis di mana jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim (uterus) ditemukan tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Jaringan ini membentuk lesi endometrium yang sangat sering ditemukan pada indung telur dan semua organ di dalam panggul wanita. Sebagian besar kanker endometrium adalah adenokarsinoma. Adeno berarti bahwa sel-sel yang menjadi kanker berupa sel-sel jaringan kelenjar. Dalam hal ini, kanker berasal dari kelenjar endometrium. Karsinoma berarti kanker dimulai pada permukaan. Dan jika anda sudah terdiagnosa kanker endometrium maka  pemeriksaan ini dapat membantu anda dalam menentukan metode pengobatan yang tepat.

Apa Saja Metode Untuk Pendiagnosaan Kanker Endometrium??

Pemeriksaan ginekologi : cocok diterapkan pada pengkuretan vagina, pendarahan pada serviks, infeksi yang meradang, dan gejala patologis lainnya. Hasil pemeriksaan panggul pada kanker endometrium stadium awal umumnya normal, tetapi pada stadium lanjutnya dapat ditemukan pembengkakan pada rahim, terdapat massa, anemia, dan metastasis jauh.

Sitologi pap smear: termasuk pap smear vagina, pap smear endometrium. Ketika anda mengalami gejala keputihan yang abnormal, dapat melakukan pemeriksaan ini.

Histeroskopi : Dalam beberapa tahun terakhir, histeroskopi telah banyak digunakan untuk diagnosis awal endrometrium. Di bawah pengawasan histeroskopi dan amplifikasi histeroskopi dapat langsung dilakukan biopsi pada bagian yang mencurigakan, meningkatkan akurasi pendiagnosaan, menghindari kesalahan diagnosa dari pengkuretan. Jika anda telah mengalami pendarahan vagina yang berulang, dokter akan menyarankan anda menjalani pemeriksaan histeroskopi. Saat anda mengalami nyeri perut atau sakit pada saat buang air kecil, Juga sebaiknya anda melakukan pemeriksaan

USG : Pemeriksaan USG adalah pemeriksaan umum untuk kanker endometrium. Dapat digunakan untuk memahami ukuran rahim, ada tidaknya vegetasi, ketebalan endrometrium, ada tidaknya invasi dalam miometrium, ukuran tumor lainnya dan sifatnya, dan lain-lain. Jika dalam pemeriksaan anda menemukan penebalan pada endrometrium, dan tidak sesuai dengan siklus menstruasi dan usia anda, sebaiknya melakukan pemeriksaan selanjutnya.

Kuretase : Ini merupakan pendiagnosaan paling efektif untuk kanker endometrium, serta menjadi dasar dalam penentuan stadium kanker endometrium. Dengan menggores dan mengambil sample dari lendir serviks dan endometrium, untuk diperiksa dan didiagnosa dengan lebih jelas. Pengkuretannya dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian lendir serviks dan endometrium, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan patologis untuk memperjelas diagnosa.

Pemeriksaan lainnya : termasuk MRI, CT dan limfografi inspeksi, beberapa pemeriksaan ini sangat membantu dalam mengetahui luasnya serangan tumor, ada tidaknya metastase jauh. Selain itu, tes darah CA125 (tumor marker) dapat membantu mendeteksi penyakit.

Itulah beberapa metode untuk pendiagnosaan kanker endometrium, anda janganlah menganggap remeh pada penyakit yang anda derita siapa tau penyakit itu bisa membahayakan diri kita. Demikianlah penjelasan tentang diagnosis kanker endometrium semoga dengan adanya artikel ini menjadi perantara atas kesembuhan anda amin.

Diagnosis Kanker Endometrium